A. PENGERTIAN Computer Based
Information System (CBIS)
Computer
Based Information System (CBIS)
atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data
menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat
bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung
arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit
informasi.
Dengan
integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu
menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan
manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi
memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya.
Tetapi
pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat
berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat
dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based”
atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Beberapa istilah yang
terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem
informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah
tersebut.
B. EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS
KOMPUTER
Usaha penerapan komputer dalam
bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi
dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan tersebut yaitu:
1. Fokus awal pada Data (electronic
data processing – EDP)
Didukung
dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines, dan
perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi
yang digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).
2. Fokus baru pada Informasi
(management information sistem – MIS)
Seiring
denga diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan
pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan
komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi
komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi
manajemen.
3. Fokus Revisi pada Pengambilan
Keputusan (Decision support sistem – DSS)
Merupakan hal yang berbeda dengan
konsep SIM. DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu
masalah tertentu yang harus dipecahkan serta diambil keputusannya oleh manajer.
4. Fokus sekarang pada Komunikasi
(office automation – AO)
OA
memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan
pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA telah berkembang
meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice
mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, facsimile
transmission, dan desktop publishing. Istilah lainnya dalam menggunakan semua
aplikasi AO tersebut dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).
5. Fokus potensial pada Konsultasi (artificial
intelligence/expert sistem – AI/ES)
Ide
dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran
logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang
berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang
menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk
pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases
sistems) Penjelasan lebih lanjut akan dijumpai pada modul terakhir dari
materi kuliah SIM.
C.
LINGKUP DATA
1. Piranti
Data
Suatu sistem basis data memiliki ruang lingkup dalam
pengoperasiannya, ruang lingkup ini mendukung sistem basis data untuk bekerja
sesuai dengan kebutuhan kita. Perbedaan ruang lingkup sebuah sistem
basis data terlihat jelas melalui arsitektur basis data tersebut.
2. Penyimpanan Sekunder
Penyimpanan
sekunder ( secondary storage) adalah sarana penyimpanan yang berada
satu tingkat di bawah memori utama sebuah komputer dalam hirarki memori. Tidak
seperti memori utama komputer, penyimpanan sekunder tidak memiliki hubungan
langsung dengan prosesor melalui bus, sehingga harus melewati M/K.DASD
(penyimpanan akses langsung) Cara mengorganisasikan data yang ditulis dan
dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Penyimpanan komputer meliputi sejenis
penyimpanan sekunder untuk melengkapi penyimpanan primer yang berada di dalam
CPU (sentral processing Unit/ Unit Pengolah Sentral). Dua jenis penyimpanan
sekunder yang utama adalah berurutan dan akses langsung.
a. SASD
Penyimpanan berurutan (sequential storage)
adalah
suatu organisasi atau penyusunan data pada suatu media penyimpanan yang terdiri
dari satu catatan mengikuti catatan lainnya dalam suatu urutan tertentu.
Misalnya, catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Bila penyimpanan
berurutan yang digunakan, data pertama harus diolah pertama kali dan
kemudian data kedua, dan seterusnya sampai akhir dari dokumen tersebut
tercapai. SASD (penyimpanan berurutan) Suatu organisasi / penyusunan data di
suatu medium penyimpanan yang terdiri dari suatu catatan mengikuti satu catatan
lain dalam suatu urutan tertentu. Contoh: pita magnetik yg digunakan untuk
menyimpan data komputer memiliki bentuk fisik yang sama dengan pita audio.
b. Penyimpanan akses langsung (direct access storage)
adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan
catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit
perangkat keras yang memungkinkan hal ini disebut media penyimpan akses
langsung (direct access storage device/ DASD). DASD memiliki mekanisme membaca
dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media
penyimpanan. Walau beberapa teknologi DASD telah dibuat, dan yang
paling popular adalah piringan magnet. DASD dapat diarahkan ke lokasi manapun
dalam medium penyimpanan dan digunakan sebagai media input Contoh : Magnetik
(floppy disk, hard disk). Removeable hard disk (Zip disk, Flash disk). Optical
Disk.
3.Pemrosesan data
Adalah
jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan.
Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara
otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif
jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah
pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini
mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data
mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai
data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.
a. Pemrosesan Batch
Adalah Pengumpulan transaksi dan pemrosesan semua sekaligus
dalam batch. Kelemahan dari pemrosesan ini manajemen tidak selalu memiliki
informasi mutakhir yang menggambarkan sistem fisik. Tujuan dari sistem ini
adalah memperbarui tiga file master – persediaan, piutang, dan analisis
penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian,
yang disebut siklus harian.
b. Pemrosesan Online
Adalah pengolahan transaksi satu per satu, kadang saat
terjadinya transaksi, karena pengolahan online berorientasi transaksi.
Pengolahan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan
jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah
penyimpanan piringan magnetic.
c. Sistem Real Time
Adalah sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem
ini mengharuskan komputer berespon cepat pada sistem fisik. Sistem realtime
adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya
konseptual tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan
operasi dari sistem fisik.
D. DATABASE
Database
adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik
sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh
informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk
mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis
data (database management system, DBMS).
Era
permulaan database Era permulaan database ditandai dengan :
a. Pengulangan data
b. Ketergatungan data
c. Kepemilikan data yang tersebar
1.
Konsep database
Database
adalah suatu koleksi computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan
dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi logis dari
catatan – catatan dalam banyak file ini disebut konsep database. Tujuan dari
konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data.
Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data
tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data
dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara
fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
2.
Struktur database
Hubungan
eksplisit Satu pendekatan untuk
menetapkan hubungan eksplisit antara catatan – catatan dari beberapa file
adalah dengan menyusun catatan – catatan tersebut dalam suatu hirarki, ini
disebut struktur hirarki. Suatu catatan yang memiliki anak catatan disebut
parent, dan anak catatan itu disebut children.
Hubungan implisit Hubungan implisit, yaitu hubungan
yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari catatn data yang telah ada.
Data dalam database relasional ada dalam bentuk tabel – tabel yang disebut flat
file. Flat file adalah suatu penyusunan data dua dimensi dalam kolom – kolom
dan baris – baris.
3.
Keunggulan dan kelemahan database dan DBMS
Keunggulan
DBMS :
a. Mengurangi pengulangan data.
b. Mencapai independensi data.
c. Spesifikasi data disimpan dalam tiap
program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi
program yang mengakses data.
d. Mengintegrasikan data dari beberapa
file. Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik
tidak lagi menjadi kendala.
e. Mengambil data dan informasi secara
cepat. Hubungan logis query language
memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
f. Meningkatkan keamanan. Baik DBMS
mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan
seperti kata sandi, direktori pemakai, dan bahasa sandi.
4.
Kelemahan DBMS
a. Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
b. Memperoleh konfigurasi perangkat
keras yang besar.
c. Memperkerjakan dan mempertahankan
staf DBA.
5.
Peranan DATABASE
a. Data yang berulang dalam bentuk
multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file.
b. Data dan program menyatu.
c. Kebutuhan untuk mengintegrasikan
data dari file-file.
d. Kebutuhan untuk memperoleh data
secara cepat.
e. Kebutuhan untuk membuat data dengan
aman.
E. PERANAN
DATABASE
Peranan database dan DBMS dalam memecahkan masalah
Menentukan
kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan
model perusahaan. Peranan DBMS
Data yang berulang dalam bentuk
multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file.
a. Data dan program menyatu.
b. Kebutuhan untuk mengintegrasikan
data dari file-file.
c. Kebutuhan untuk memperoleh data
secara cepat.
d. Kebutuhan untuk membuat data dengan
aman.
F. PENGOLAH
DATA
CONTOH-CONTOH SOFTWARE PENGOLAH DATA
STATISTIK
Microsoft
Excel.
a. Minitab à Minitab adalah
program komputer yang dirancang untuk melakukan pengolahan statistik. Minitab
mengkombinasikan kemudahan penggunaan layaknya Microsoft Excel dengan
kemampuannya melakukan analisis statistik yang kompleks.
b. SPSS à SPSS adalah
program komputer yang dipakai untuk analisis statistika.
Data
Data
merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada
intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan
merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu
informasi.
Informasi
Informasi merupakan hasil dari
pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat
bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
Sistem
Sistem merupakan entitas, baik
abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait
satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah
sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.
Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem
pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem
informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan
akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Berbasis Komputer
Sistem Informasi “berbasis komputer”
mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem
informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus
menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin
sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa
adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya
selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi
yang berbasis pada komputer.
G. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Adalah
suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi
beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk
suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya, Sumber daya SIM
Informasi
menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah
terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin
terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik,
laporan khusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi tersebut
digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah.
Semua informasi tersebut memiliki karakteristik yang sama untuk bidang area
fungsional (marketing, manufaktur, sdm, dan keuangan), level manajemen
(operational, manajerial, dan strategis), dan user (manajer atau non manajer)
SIM informasi memperoleh data dari database, dimana database tersebut berisi
data dan informasi dari SIA dan dari lingkungan.
Suatu SIM bisa juga merupakan suatu
sistem informasi antar organisasi (IOS) jika SIM terkoneksi dengan SIM pada
perusahaan lain misalnya dengan Suplier.
a. SIM dan SIA
SIM menggunakan data yang disediakan
SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari
database tersebut digunakan oleh software untuk membuat laporan periodik dan
laporan khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspek operasi
perusahan, Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi
bagi lingkungan.
b. SIM & EntIS
SIM akan terbentuk secara utuh jika
semua sistem informasi organisasi telah terbentuk dan terkoneksi satu sama
lain. Data dan informasi disimpan dalam satu database yang sama dan dapat
dipergunakan pada area fungsional yang lain. SIM merupakan dasar terbentuknya
sistem informasi yang lebih canggih dan kompleks yang baru berkembang dalam
beberapa tahun terakhir, yaitu Sistem Informasi Perusahaan dikenal juga dengan
nama Enterprise Information System (EntIS)
c. Software Pembuat Laporan
Software pembuat laporan adalah
perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan laporan periodik dan laporan
khusus. Dari bentuknya laporan periodik dan laporan khusus mungkin terlihat
sama. Perbedaan terdapat dari timeliness dan time horizon.Laporan periodik
disiapkan sesuai jadwal tertentu, SIM periode awal terbatas pada penyediaan
laporan periodik saja, tetapi hal ini menjadi sukar diterima ketika SIM telah
menerapkan HRIS dan EIS.
Laporan khusus disediakan jika
terjadi sesuatu yang luar biasa, sepertl laporan kecelakaan di manufaktur, atau
laporan tertentu yang diperoleh dari query database. Laporan khusus biasanya
mengambarkan sesuatu yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, berbeda dengan
laporan periodik yang lebih berorientasi pada masa lalu atau apa yang telah
terjadi.Laporan bisa juga merupakan gabungan dari laporan periodik dan laporan
khusus, misalnya untuk membandingkan pendapatan pada saat ini dengan laporan
pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan seperti ini disebut dengan
Management by exception.
H. SISTEM
PENUNJANG KEPUTUSAN
Pembuatan keputusan adalah fungsi
utama seorang manajer. Meningkatkan kemampuan manajer dalam pembuatan keputusan
berarti :
a)meningkatkan produktivitas dalam
perusahaan
b)menambah efisiensi kerja manajer.
Kualitas keputusan termasuk :
1. menjabarkan semua
alternative
2. ketepatan waktu dan
3. legitimasi.
Teman sekerja umumnya tidak mau
menunjukkan kesalahan kita karena mereka juga terlibat atau khawatir dibalas
dengan perlakuan sama, menyebabkan kesalahan yang sama berulang kembali.
Perbedaan antara kualitas yang potensial dari keputusan dan kualitas keputusan
yang sebenarnya perlu diketahui. The effecttiveness reducing
behavior : mengurangi kesempatan untuk mendapatkan alternatif
penyelesaian yang berkualitas tinggi.
Pembuatan keputusan adalah :
1. perumusan
permasalahan,
2. pembahasan
alternatif
3. penilaian/pemilihan
alternatif.
Huber : proses pembuatan keputusan
dimulai saat masalah dijajaki dan berakhir ketika satu alternatif dipilih.
Tiga gangguan penjajakan masalah :
1)cenderung merumuskan masalah menurut penyelesaian yang ingin diusulkan :
mengurangi kesempatan alternatif lain muncul, 2)cenderung secara sempit dan
menurut tujuan yang lebih rendah : menghalangi usaha pengembangan dan survival organisasi
tsb, 3)cenderung diagnosa masalah berdasar gejala-gejala yang
terlihat (symptoms) : berurusan dengan gejala dan bukan
dengan sebab masalah.
Active problem : masalah penting/aktif yang perlu
penanganan serius. Teknik pengumpulan ide:
1. Brainstorming =
mengumpulkan ide-ide.
2. Nominal group teknik = menulis dan
mengevaluasi informasi seperti 1., lalu diranking
3. Delphi teknik =
menanyai pendapat para pakar dengan panel dan didiskusikan.
Memilih satu alternatif disebut choice making. Situasi
keputusan :
1)conspicuous alternatif, situasi keputusan
dalam keadaan darurat, alternatif tidak terlalu banyak,
2) multiple alternatif, ada beberapa alternatif,
contoh : lokasi gedung, waktu cukup banyak.
3)design solution situation, apabila langkah
pencarian alternatif tidak berhasil mengidentifikasikan penyelesaian
perlu looping back (melihat langkah sebelumnya) supaya bisa
diperhitungkan, waktu banyak.
Yang mengurangi
efektivitas implementasi :
a. Tendensi tidak
memahami benar-benar apa yang perlu dikerjakan,
b. Tidak berusaha ada
"penerimaan" dan "motivasi" untuk apa yang harus
dikerjakan,.
c. Tidak
memberi cukup sumber daya bagi yang perlu dikerjakan.
Janis/Mann : pembuatan keputusan yang
mempunyai satu tujuan, misal : memaksimalkan profit, jauh lebih mudah dibanding
keputusan untuk mencapai banyak sasaran (hasilnya).
Cara lain mengukur keberhasilan
keputusan adalah menguji kualitas dan prosedur yang digunakan dalam menentukan
alternative (prosesnya). Kendala-kendala pembuatan keputusan : tradisi organisasi,
prosedur-prosedur birokrasi, campur tangan pimpinan, keterbatasan kemampuan,
terbatas waktu/dana, dll. Jenis strategi pembuatan keputusan :
1. strategi
optimasi : keputusan diambil yang paling besar manfaat/pay
of. Kelemahannya : a)batas kemampuan menghitung semua alternatif, dan
b)lebih mahal menghitungnya daripada manfaat keputusan. Stagner : kebanyakan
keputusan pimpinan condong kepada nilai-nilai yang berkenaan kesejahteraan
organisasi di masa depan daripada maksimasi profit, perkiraan biaya dan manfaat
marginal tidak dibuat teliti, public image perusahaan, tradisi
dan kebijakan didahulukan. Manajer unit, keputusannya cenderung ke loyalitas
kelompok dan berkompetisi dengan unit lain.
2. strategi
kepuasan : asal cukup memenuhi syarat minimum sesuai keterbatasan
kemampuan manusia (bounded/limited rationality). Cenderung
konvensional, ada pengaruh sosial-politik (pada strategi optimasi tidak ada),
dikemukakan olehHerbert Simon.
3. strategi
kuasi kepuasan : menghadapi keputusan yang penting dan berpengaruh ke
masa depan dengan konsultasi ke orang kepercayaan dan rekomendasi ahli. Sering
untuk keputusan pribadi. Disebut juga pembuatan keputusan moral,
sebab : a)memakai satu kriteria, misalnya : kebutuhan modal dilihat dari sisi
ekonomi, bukan sisi kesehatan, agama, atau lainnya, b)konsensus dengan
memanfaatkan satu jenis info, yaitu "pooling", c)preseden masa lalu
: "kerjakanlah apa yang kita telah kerjakan sebelumnya yang
sukses, kerjakan yang sebaliknya apabila dulu tidak sukses". Kelemahan
: menjurus kepada keputusan yang prematur, konsekuensi negatif, tanpa analisa.
4. strategi satu
set kriteria disebut juga elimination by aspec approach merupakan
proses penyempitan pilihan (hampir sama dengan satu kriteria).
5. strategi penyortiran alternative, yaitu :
alternatif disortir.
6. strategi
kuasi optimisasi : memberi bobot disamping analisa payoff
7. strategi
incremental : ditujukan hanya untuk perbaikan alternatif yang ada
sekarang bukan mencari alternatif terbaik. Strategi optimisasi untuk perubahan
jangka pendek dan drastis, incremental untuk perubahan pelahan-lahan dan jangka
panjang, menghindari paksaan, menekankan konsensus. Slovic : incremental
menghindari tugas kognisi yang sulit. Muddling through =
incremental dengan tidak sadar.
8. strategi mix
scanned. Etzioni : sebagai sintesis dari strategi
optimisasi yang kaku dan strategi kepuasan yang incremental dan tidak akurat.
Ciri-ciri teknik ini : a)optimisasi dengan elimination by aspect, b)kepuasan
dengan ruang lingkup kecil, c)revisi perlahan-lahan atau fundamental
baru, d)bisa dipakai untuk analisa karier, kesehatan, perkawinan,
keuangan, dll.
SUMBER:
Saepudin,
Asep. (2007). Sistem informasi berbasis komputer. Diakses 11
Oktober, 2012, dari http://asep-saepudin.blogspot.com/2007/10/cbis-sistem-informasi-berbasis-komputer.html
Deka,
Annes. (2012). Pengertian sistem informasi berbasis komputer dengan
contoh sistem pakar. Diakses 11 Oktober, 2012, dari http://annesdecha.blogspot.com/2012/05/pengertian-sistem-informasi-berbasis.html
Sumarta,
Sagiman. (2010). Pengantar system informasi berbasis komputer. Diakses
11 Oktober, 2012, dari http://sagimansumarta.files.wordpress.com/2010/01/apsi.pdf
Abidin,
Muhammad Zaenal. (2011). Sistem informasi manajemen (SIM) berbasis
komputer. Diakses 110 Oktober,2012, dari http://www.masbied.net/2011/08/28/sistem-informasi-manajemen-sim-berbasis-komputer/
Proboyekti,
Umi. (?). Konsep sistem informasi. Diakses pada 11 Oktober, 2012,
dari http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/KonsepSI.pdf
Ibnu
.(2010).Sistem informasi berbasis komputer. Diakses pada 11 Oktober,
2012, dari http://djgbierz.blogspot.com/2010/10/pengertian-sistem-informasi-berbasis.html
Ekky.
(2012). Pengertian sistem informasi berbasis komputer dengan contoh
sistem pakar. Diakses 11 Oktober, 2012, dari http://ekky-psikologi08.blogspot.com/2012/04/pengertian-sistem-informasi-berbasis.html